Laman

Tampilkan postingan dengan label My Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Poems. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Senja Itu Lagu


Satu hal lagi yang membuat bersyukur
Keindahan itu gratis
Dikagumi saat wudhu sholat maghrib
Diresapi tuk terapi kedamaian

Jika senja itu lagu seriosa
Pastilah Allah penyanyi-nya
Yang maha perfeksionis
Menyajikan ciptaan-Nya

Sambil bersimpuh di sajadah
Menghabiskan tiap per sekian detiknya

Jika senja itu lagu klasik kontemporer
Ia larut dalam konser-Nya
Tak sadar itu menentramkan
Asa seorang gadis pemimpi

Sambil mengangkat dua tangan
Menyiratkan impian perasaan

Gadis itu kehilangan pesiarnya
Ingin kembali berlayar lagi
Tapi takut tenggelam lagi
Tak terfokus tujuannya
Entah dimana pelabuhannya
Titik jangkarnya masih rahasia senja
Tak terdeteksi radar lagu nya

Yang ia tahu hanya setengah hatinya
Akan bertemu setengahnya
Yang ia yakin hanya lirih hatinya
Akan dihapus pemiliknya



⤵⤵⤵
Yeay setelah sekian lama ga ngarang puisi abal-abal di blog, akhirnya ngarang lagi. Maafkan jika cukup absurd. Saya masih akan terus belajar, untuk menjadi super kacau dan lebih berantakan.


Rabu, 14 Mei 2014

Hanya Waktu

Terima kasih waktu
Untuk waktu
Demi waktu
Dan hanya waktu
Yang bisa berlalu sesuka hati
Satu, dua, tiga tahun terlampaui
Empat, lima, enam tahun terlewati
Sungguh hanya waktu
Yang mengetahui segalanya
Dimana bagian getirnya
Dimana bagian manisnya
Sungguh hanya waktu
Yang membedakan segalanya
Apa itu perjuangan
Apa itu tekanan
Apa itu keputusan
Apa itu hukuman
Apa itu hadiah
Sungguh hanya waktu
Yang mengajarkan segalanya
Bagaimana memulai cerita
Bagaimana menamatkan cerita
Sungguh hanya waktu
Yang tahu mana yang terbaik
Yang tahu rahasia segala do'a
Do'a-do'a yang menunggu diijabah Rabb

Sabtu, 26 Mei 2012

Hati Bersua


Biarlah semua terefleksi sempurna
Hingga tiada lagi teka dan teki
Keheningan itu yang jadi bukti
Karena segala yang tersirat ternyata hampa
Allah yang Maha merobohkan tembok perasaan
Kita terlalu munafik untuk berpaling dari-Nya
Coba lewati padang sabana keharuan itu
Lalu tanyalah kemana matahari hilangnya
Arah yang membuat bisu
Arah yang mendengungkan ragu
Detik pun merangkai menitnya sendiri
Dan bulan merangkai tahunnya sendiri
Arasy sang singgasana itu pun menjauh
Membuatmu iri kepada Tuhanmu Allah
Iri dengan segala tabiat keagungannya
Sendu tertampak di kesenjaan
Hati yang tersembunyi
Hati yang selalu bersua

Minggu, 22 Januari 2012

Syibran Bi Syibrin Wa Dzira'an Bi Dzira'in

Kini bodoh
Entah itu karena penyesalan
Atau memang benar-benar telah bodoh
Terhempas terpias
Diujung alang-alang penantian
Namun pertentangan hati seakan ricuh
Bergejolak gelombang dusta
Kedhoifan satu-satunya alasan
Rentan aku dipinggir lalai
Menuqil percikan perkara angan
Tapi kesemuan tetap terpahat rapi
Orientasi hijrah karena hati bersekutu
Namun ikhlas adalah realisasi
Hanya karena Engkau tetap menopang
Aku berkarang tempuh terjal
Hanya karena Engkau Rabb Maha Menentukan
Aku bertarung berbekal tawakkal
Pagar-pagar itu pun kemudian terbuka
Langkahku masih saja gontai
Kanan dan kiri penuh kemahasucian-Mu
Depan belakangku butuh keridhoan-Mu
Spektrum hidup tersusun perdetiknya
Sungguh tak sanggup bila masuk dholalah

Sabtu, 19 November 2011

Sajak Untuk Para Pengkorup

Takkan bisa lagi terpilin menjadi benang pilihan hidup
Hanya bisa sembunyi
Di belakang kenyataan konkrit
Terdiskriminasi hukum Allah
Bukankah telah Allah janjikan dalam firman-Nya?
Karena hanya Dia-lah hakim paling adil

Engkau tertunduk
Semakin lama semakin terpuruk
Engkau termarginalkan kondisi sosial
Terkucilkan dengan segala caci maki
Disana kau sendiri
Di dalam kurung jeruji kepahitan
Dan akhirnya hanya dapat merenung
Terpendam dalam proses menyelami penyesalan

Penyesalan yang sungguh terlambat
Dahulu engkau kemana?
Dahulu engkau tak berpikir?
Sewenangnya kau memonopoli semua
Sejentik langkah kau memakan segala
Sedegup jantung kau tangkap yang bukan hakmu

Terombang-ambing..
Itulah dirimu sekarang
Sangat kontras
Dengan dirimu yang dahulu
Diri kotor yang berbalut safari berkelas
Tapi bermental tanah dan beriman angin

Minggu, 30 Oktober 2011

Dalam Bayangan

Aku lemah dalam bayangan
Ya.. aku jatuh cinta lagi
Aku berkhianat pada diri sendiri
Aku munafik

Setelah kurasakan perih
Aku bilang tak mau bercinta lagi
Setelah aku dikhianati
Aku bilang tak berdaya menyentuh cinta
Setelah aku ditinggalkan
Aku bilang ingin benar-benar sendiri saja
Setelah aku berpikir akulah manusia terbodoh
Aku bilang lebih baik aku atur hidpku sendiri

Kini semua itu hanya untaian kata
Hanya sepercik cerita lampau
Hanya emosi labil seorang remaja

Aku hanya terpaku
Tersenyum mengingatnya
Aku termakan omong kosong sendiri
Aku larut dalam cinta yang datang kembali
Setidaknya aku lebih berhati-hati
Aku tak mau kegagalan lagi
Aku tak mau ditertawai kesedihan
Aku tak mau terus-menerus berteman air mata

Selasa, 27 September 2011

Harapan Indah Seorang Muslimah


Akan ada hari dimana engkau tuturkan niat suci kepada keluargamu, kau ingin menjalankan sunnah Rasulullah SAW untuk meminangku
Akan ada hari dimana kau lingkarkan ikatan mitsaqan ghalidzha di jariku yang kau pilih, meskipun aku tak sesempurna Aisyah radhiyallahu ‘anha
Akan ada hari dimana kulingkarkan pula sumpah setia di jarimu yang kupilih sebagai imamku, yang surga-Nya tak bisa kumasuki tanpa ridho darimu
Akan ada hari dimana kugelar sajadahku dan sajadahmu, kita bersujud dalam sepenggal waktu yang sama, dan do’a yang terucap darimu ku amini juga dalam hati, aku 1 shaf dibelakangmu, aku mencium tanganmu dengan penuh ta’zim, dan kau mengelus kepalaku dengan lembut, disaat itu pula ribuan malaikat menaungi kita dengan sayap-sayapnya
Akan ada hari dimana selalu kunanti alunan tausyiahmu sebagai pengantar tidurku dan rasa syukur karena-Nya telah memberi cinta yang kutujukan padamu
Akan ada hari dimana kau dengungkan adzan di balik daun telinga sosok mungil yang kelak mewakili sebagian parasku dan sebagian tingkah lakumu
Akan ada hari dimana keteladananmu akan mengiringi tugasku sebagai madrasah utama bagi keturunan kita
Akan ada hari dimana kau tanamkan dalam hati aulad kita uswatun hasanahnya Rasululullah, kau ajarkan mereka melafalkan hijaiyah dengan makhraj yang benar, dan aku juga ikut mengirimu membantu mereka menghafal bacaan sholat
Akan ada hari dimana kau diamkan aku dalam tangisku melepas mereka untuk hidup terpisah jauh dari kita, merelakan mereka tinggal di ma’had dengan niat tulus tholabul ‘ilmi semata
Akan ada hari dimana tercetak foto keluarga saat salah satu dari mereka berdiri tegak dengan toga wisudanya tak lupa dengan predikat mereka yang cum laude, saat itu betapa bangga dan bahagianya kita berdua
Akan ada hari dimana kita berdua mendatangi ataupun didatangi besan untuk mengantarkan titipan-titipan Allah yang telah dewasa ini menuju mahligai rumah tangga, saat itu hanya harap sakinah mawaddah warohmah yang selalu menaungi mereka
Akan ada hari dimana kita akan melihat nisan dan memesan sepetak lahan berdampingan untuk nanti ketika esok tak ada lagi
Akan ada hari dimana salah satu dari kita menghadap ilahi terlebih dahulu dengan iringan tangis karena inna ilaihi roji’uun
Dengan pendamping hidup sholeh yang setia menemani sampai di akhir perjalanan nanti, aku akan sabar menanti
Siapa pun engkau nantinya wahai jodohku, semoga Rabb kita mengizinkan sakinah bersamamu suatu saat nanti hingga kelak dikumpulkan kembali di surga-Nya
Amiiiin...

Senin, 29 Agustus 2011

Kamu dan Kakakmu




X : Aku sadar aku tidak pantas untuknya
Z : Mengapa begitu ??
X : Banyak yang lebih baik dari aku yang bisa mendapatkannya
      Kalian tidak pantas sakit, terlalu indah untuk disakiti..
Z : Maksudmu?? Kalian siapa??
X : Kamu dan kakakmu..
Z : Masa? Baru kamu yang aku dengar bilang seperti itu
X : Memang benar, kalian berdua wanita berharga
Z : Tapi kenyataannya banyak yang menyakitiku
X : Ooh.. berarti mereka belum sadar
Z : Bukan,
     Bukan yang mereka yang belum sadar,
     Mungkin karena akunya saja yang memang berpotensi mudah untuk disakiti
X : Mungkin,
      Karena kamu wanita yang lugu
      Terlalu rapuh
Z : Alhamdulillah.. syukron ustadz..
     Aku dapat pencerahan darimu..
X : Jangan panggil aku ustadz..
     Ustadz koq bejat??
Z : Itu kan menurutmu sendiri,
     Memang sudah ada yang mengatakan kamu bejat ??
X : Ada.. banyak..





To Be Continued...

Minggu, 28 Agustus 2011

Sebongkah Kemunafikan

Duhai yang pandai berucap
Ungkapkanlah seindah-indahnya dakwah
Jangan hanya kau ungkap segala ghibah
Seakan kau seorang ahli ibadah
Bukan para penghancur dalam bid’ah

Duhai yang memiliki mata...
Berikanlah seiba-ibanya ratapan
Berikan pula sejerit-jeritnya tangisan
Seakan-akan kau baru kalah dalam peperangan
Karena berbongkah-bogkah kemunkaran masih tersimpan
Dalam umat islam melanda kemunafikan

Oh.. Duhai yang mendustai islam...
Kamu semua berasal dari air mani yang suci
Namun di kubur engkau bangkai yang busuk
Bersenanglah saja di dunia ini
Selama kau kuasa
Padahal kuasa Allah tak tertandingi

Berpalinglah saja di bumi ini
Dalam kemegahan harta
Kenikmatan yang didamba
Yang tak ada puasnya tuk diraih
Memamerkan kemolekkan aurat
Menzholimi saudara sesama muslimnya

Tetapi, ketika ringkih jiwa menyentak
Menelusuri dada yang kian menyesak
Menyeret langkah yang kian menapak
Kau rasakan dengan sepenuh hati
Tidakkah kau, merasa senang tertipu??
Dengan menuruti semua bisikan syetan ini

Kau kira dirimu mudah menjawab pertanyaan munkar?
Kau duga dirimu luput siksaan nakir?
Kau pikir dirimu sejuk dalam padang mahsyar?
Kau pikir dirimu tangguh meniti shirotol mustaqim?

Kami saja bersujud kepada Allah
Bumi dan bebatuan pun bertasbih kepadanya
Dia hamparkan tanah lalu bertahta
Dia julangkan gunung dengan sekehendaknya
Awan tebal dan sedalam lautan pun berserah kepada-Nya

Yaa Rabbal ‘arsyil ‘adzhim..
Anta ‘alimul ghoibi wasy syahadah...
Mungkinkah kita kembali pada kejahiliyahan?
Atau ke zaman yang mendekati hari akhir?

Jumat, 26 Agustus 2011

Surat Untuk Bidadari Surga

Ya Allah Ya Ghafururrahim
Ampuni aku tak bisa menjaganya
Ampuni dosa orang tua yang tak bisa men-sholehkannya
Jgn Engkau cambuk begitu keras karena aku tau Engkau Maha Pemurah
Andai dia salah, ampuni dan sayangi..
Karena aku tau sayangMu mengalahkan murkaMu..

Dinda ingatlah pesan ini selama dirimu hidup
Agar qt mampu diridhaiNya bertemu di awal keabadian
Jangan buat tangisku menjadi air mata luka
Tapi aku ridha tangisku adalah buah haru
yang membuatku tenang melepas dinda kemanapun kau suka

Terbanglah semampu engkau ingin
Tapi jagalah dan balas cintaku dan jadilah bekal bagi org tuamu
Pakailah pakaian kemuliaan itu kembali
Capailah cita-cita mu mjd wanita muqarrabin
Sehingga terbangmu tak kan sebatas langit dunia
Tapi engkau mampu dinda melihat indahnya surga dari sudutmana kau suka
Dengan sayap-sayap jannahmu yang lebih mulia
Daripada bidadari yang tak pernah hidup di dunia

Imam Qurthubi rahimahullah "Sebab banyak wanita masuk neraka, CENDERUNG pd ksenangan2 dunia, BANYAK memalingkan diri dari urusan akhirat, CEPAT NURUT bila diajak menyeleweng dari agama & SULIT NERIMA NASEHAT untuk urusan akhirat serta JD PINTU MAKSIAT paling kuat hingga kaum pria jauh dari akhirat"

Rasulullah SAW “Bila seorang istri telah mendirikan shalat 5 waktu, berpuasa bulan Ramadan, menjaga kesucian dirinya dan taat kpd suaminya, niscaya kelak akan dikatakan kpdnya, ‘Silakan engkau masuk ke surga dari pintu mana pun yg engkau suka ” (Hr. Ahmad dan lainnya)

SEBALIKNYA : Rasulullah Shalallahu‘alaihi wassalam bersabda “Allah TIDAK AKAN melihat kpd wanita yg tidak mensyukuri apa yg ada pada suaminya dan TIDAK MERASA CUKUP dgnnya” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr)

Senin, 22 Agustus 2011

Tujuan Suci

Surya telah lelah
Perlahan hampiri ufuk
Pancarkan semburat mega merah
Selubungi muka langit
Angin malam mulai mengalun
Semilir lembut sentuh kulitku
Bagai belaian umi tercinta
Para muazin mulai berlomba
Kumandang kemerduan dari sudut surau-surau
Bergegas kuraih air yang thohur
Izinkanku tuk bersujud kembali senja ini
Tuntaskan kewajibanku kepada-Mu
Sujud tersungkur berharap ribuan maghfirah

Gelap mulai mendekat
Namun masih ada asa
Redup cahaya hilang
Tapi rasa masih membara
Logika datang dan pergi
Meramaikan khazanah pemikiranku
Membawa cakrawala baru
Namun terbayang dan terpasung dalam hening

Aku mulai dewasa
Aku mulai mengerti
Sebuah definisi indah
Tentang arti kehidupan

Bukankah hidup tak kenal henti?
Sebelum izroil datang kepada raga
Dalam juang tak kenal lelah
Dalam usaha menopang peluh
Merintis tujuan suci
Dapatkan ridho ilahi semata
Sebarkan dakwah walau hanya satu ayat
Berikan karya walau hanya satu hal
Rubah dunia walau hanya satu masa

Ya Allah.. Ya Rabb..
Engkau..
Dan hanya Engkau..
Yang Maha menghidupkan dan membinasakan
Yang Maha merubah
Rubahlah kami...
Yang selalu menapak kesengsaraan
Karena ulah bodoh sendiri
Yang selalu termanifestasi gerak langkah duniawi
Karena lupa masih adanya alam akhirat
Yang selalu merasa belum puas
Karena lupa atas limpahan nikmat-Mu

Duhai yang memiliki akal...
Sesungguhnya Rabbmu mengampuni perbuatan zholimmu
Maka tunggu apa lagi
Bersegeralah..
Sebelum Allah tidak ridho engkau bangun
Mendirikan sunnah-Nya di sepertiga malam terakhir
Terpekur mohon ampun..

Telusuri kembali apa yang telah kau beri
Untuk anak istrimu..
Apakah semua dari jalan yang haram??
Atau jalan halal??
Tengok juga anak yatim yang perutnya pipih
Atau para fakir yang telah lama tak makan

Semua itu bisa menjadi lahan bagimu
Dan kamu adalah seorang petani
Yang menanam pahala shodaqoh pada mereka
Sebelum nantinya menuai panen ahsanal jaza
Namun hanya dengan satu pupuk
Pupuk keikhlasan..

Bersegeralah..
Sebelum warna rambut menjadi putih
Sebelum isrofil meniup sangkakala...